Kepada-Mu, Aku Kembali



di bawah langit yang terlalu terik
aku duduk sendiri
menghitung debu yang melekat di dada
ada rindu yang tak sampai
ada amarah yang tak terbaca
ada sedih yang menangis tanpa air mata

aku tidak mengerti apa yang kau taruh di dadaku
atau mengapa hati ini berayun seperti kapal tanpa sauh
tapi aku tahu
di ujung lelah ini
hanya Engkau yang masih sudi menunggu

aku tak mau lagi
berhutang pada siapa pun
bukan pada senyum yang pernah kukira abadi
bukan pada janji yang luruh sebelum fajar
bukan pada tubuh yang hanya bisa mengeluh
bukan pula pada dunia yang mengajariku palsu

hidup atau mati
aku pilih pulang
dengan tangan kosong
dengan lutut yang sudah rapuh
tapi dengan hati yang mulai jernih
seperti danau sesudah hujan

biarkan aku kembali
dengan tenang
seperti daun yang tahu kapan gugur
seperti angin yang tak perlu pamit
karena Engkau tahu semua
sebelum aku mengucap

Tuhan,
bila nanti malam tiba
dan aku menutup mata
jangan biarkan aku membawa luka
cukup rindu yang kupeluk erat
cukup amarah yang kau ubah menjadi pasrah
cukup sedih yang kau sulap menjadi doa

aku pulang
bukan untuk sembunyi
tapi untuk sadar
bahwa aku ini cuma debu
yang rindu pada pelukan -Mu.
© swataniEtam.
Hak cipta dilindungi. Dilarang menyalin atau mempublikasikan ulang konten ini tanpa izin tertulis dari pemilik.
Diskusi