Statistika deskriptif itu kayak kamu lagi nge-rangkum data biar gak pusing lihat angka-angka mentah. Misalnya, kamu punya catatan pengeluaran sebulan: ada 30 angka. Daripada lihat satu-satu, kamu cukup bilang: "Rata-rata pengeluaran harianku Rp50 ribu, paling besar pernah Rp200 ribu (karena beli sepatu), paling kecil cuma Rp5 ribu (cuma beli gorengan)." Nah, itu sudah statistika deskriptif.
Apa saja yang dipelajari? (dengan contoh sehari-hari)
1. Pengumpulan data
Contoh: Kamu nanya ke 5 teman: "Berapa jam kamu main HP sehari?" Jawabannya: 3, 5, 4, 6, 2 jam. Itu data mentah.
2. Penyajian data
Biar gampang, kamu buat urutan dari kecil ke besar: 2,3,4,5,6. Atau bikin tabel sederhana:
· 2 jam → 1 orang
· 3 jam → 1 orang
· dst. Atau bikin diagram batang pakai kertas.
Ini biar orang langsung ngerti polanya.
3. Ukuran pemusatan (nilai "waktu main HP yang paling wajar")
· Rata-rata: (2+3+4+5+6)/5 = 4 jam.
· Median (nilai tengah): dari 2,3,4,5,6 → yang tengah = 4 jam. Cocok kalau ada data ekstrem.
· Modus (yang paling sering muncul): misal ada data 3,3,3,4,5 → modus = 3 jam.
4. Ukuran penyebaran (seberapa jauh datanya beda-beda)
· Range (jauhnya data terbesar dan terkecil): 6 - 2 = 4 jam. Artinya selisih teman paling lama main HP dan paling pendek main HP = 4 jam.
· Standar deviasi (lebih detail): angka yang bilang "data pada umumnya menyimpang berapa jam dari rata-rata?" Kalau kecil, artinya semua teman main HP hampir sama lama. Kalau besar, artinya ada yang super lama ada yang super sebentar.
Contoh lain yang super gampang:
Kamu punya nilai ulangan matematika: 70,75,80,80,95.
· Rata-rata = 80.
· Median = 80.
· Modus = 80.
· Range = 95-70=25.
· Lalu kamu bisa buat diagram batangnya.
Nah, semua itu hanya menjelaskan data yang ada, gak buat kesimpulan buat seluruh sekolah atau ramalan besok. Itu bedanya dengan statistika inferensial.
Jadi intinya: statistika deskriptif = "aku kasih tahu kamu gambaran besar dari data ini, tanpa nebak-nebak yang lain."