Dari setia ke P

Di dadaku, dulu hanya terpahat "setia",
Sebatu janji, teguh tanpa suara.
Lalu kau sisipkan huruf 'p' di akhirnya,
Hingga ia mekar merambah ke semua penjuru masa.

Kini "setiap" menjadi kidung kita,
Setiap pagi yang kau sulam dengan cahaya,
Setiap larut yang kau temani dengan doa,
Setiap rindu yang berdenyut di antara dua nyawa.

'P' itu adalah namamu yang tersembunyi,
Mengubah kesetiaan yang bisu,
Menjadi kehadiran yang abadi di setiap waktu.
Karena mencintaimu bukan hanya selamanya,
Namun di setiap detik yang kau isi dengan makna.
© swataniEtam.
Hak cipta dilindungi. Dilarang menyalin atau mempublikasikan ulang konten ini tanpa izin tertulis dari pemilik.
Diskusi